Bn Online Makassar – Kelurahan Bontoala Parang sukses melaksanakan pemilihan Ketua RT/RW secara serentak dengan suasana tertib, aman, dan kondusif. Kegiatan ini berlangsung di SMP Muhammadiyah 3 Bontoala, Jalan Kapoposang No. 2, Rabu (3/12/2025), sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan.
Lurah Bontoala Parang, Irfani Dharma Haris Seni, S.T., menyampaikan bahwa pemilihan RT/RW menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan dan kerukunan warga. Ia berharap tidak ada lagi sekat di tengah masyarakat pascapemilihan, sehingga seluruh elemen dapat kembali bersatu membangun lingkungan masing-masing.
“Pemilihan ini menjadi wadah kebersamaan. Siapa pun yang terpilih adalah hasil pilihan warga dan harus kita dukung bersama,” ujarnya.
Sebagai penanggung jawab pelaksanaan, Irfani mengakui adanya sejumlah kendala teknis, terutama terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mekanisme surat kuasa bagi pemilih yang berada di luar kota. Namun, seluruh permasalahan tersebut berhasil diatasi sehingga hak pilih warga tetap terakomodasi dengan baik.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Makassar, jumlah calon RT dan RW di Kecamatan Bontoala masing-masing sebanyak 436 dan 121 orang dari 12 kelurahan. Khusus di Kelurahan Bontoala Parang, tercatat 30 calon RT dan 10 calon RW dengan jumlah DPT sebanyak 635 pemilih.
Irfani berharap para RT dan RW terpilih maupun yang belum terpilih dapat terus bekerja sama dan menjaga sinergi demi kepentingan masyarakat. Ia juga meminta agar para RT yang terpilih segera melakukan pembenahan data kependudukan serta pendataan ulang retribusi sampah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai tugas awal.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan RT/RW terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar, khususnya Makassar Bebas Sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat kelurahan melalui pengembangan Tempat Pembuangan Sampah Organik (Teba) dan Bank Sampah.
“Saat ini baru satu bank sampah yang aktif di wilayah Asrama Bontoala. Ke depan, kami berencana membangun TPS3R dan bank sampah tambahan jika tersedia lahan yang legal, sehingga sampah dapat dikelola di tingkat kelurahan dan hanya residu yang dikirim ke TPA Antang,” jelasnya.
Ia berharap para RT/RW terpilih dapat menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga lingkungan Kelurahan Bontoala Parang semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan.










