BN Online, Makassar—UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar mengambil bagian aktif dalam upaya mewujudkan target bebas sampah (zero waste) Kota Makassar tahun 2029. Pada Sabtu (6/12/2025) lalu, sekolah yang beralamat di Jalan Muhammadiyah No 51, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo ini menyelenggarakan kegiatan praktik pembuatan eco-enzyme secara serentak bersama Dewan Lingkungan Kota Makassar.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Guru dan Hari Bebas Sampah Sedunia ini tidak hanya melibatkan guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga seluruh murid dari kelas 1 hingga 6. Acara dimeriahkan dengan kegiatan makan buah bersama, di mana kulit buah yang dihasilkan kemudian dikumpulkan dan diolah menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Dalam praktiknya, para guru dan siswa mencampurkan bahan-bahan dengan perbandingan standar 1:3:10, yaitu 1 bagian molase (tetes tebu), 3 bagian sampah organik (kulit buah), dan 10 bagian air. Campuran ini kemudian akan melalui proses fermentasi selama minimal 3 bulan di dalam wadah tertutup sebelum akhirnya dapat disaring dan digunakan.
Eco-enzyme merupakan larutan hasil fermentasi yang ditemukan oleh Dr. Rosukon dari Thailand. Cairan ini dikenal memiliki segudang manfaat, mulai dari pembersih lantai alami, pupuk tanaman, pengusir hama, hingga dapat membantu memperbaiki kualitas air dan tanah.
Kepala UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, Hj. Zul Arsih Abduh, menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan dan komitmen sekolah terhadap lingkungan. “Semoga dapat mendukung dalam mewujudkan Kota Makassar bebas sampah tahun 2029,” ujarnya.
Pernyataan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar yang, melalui Wali Kota Munafri Arifuddin, secara gencar memaparkan strategi “Makassar Zero Waste 2029” di berbagai forum, termasuk secara internasional di Konferensi Kota Cerdas Asia (ASCC) 2025 di Yokohama, Jepang. Target tersebut amat penting mengingat produksi sampah di Makassar mencapai hampir 1.000 ton per hari.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual bagi siswa. Selain memahami teori daur ulang, mereka langsung terlibat dalam aksi nyata mengurangi sampah dari sumbernya, yakni lingkungan sekolah dan rumah.
Selain itu, kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Kota Makassar menunjukkan pendekatan kolaboratif multipihak dalam menangani persoalan sampah, yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Diketahui bahwa UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah adalah sekolah berakreditasi B yang telah berdiri sejak tahun 2020. Sekolah ini memiliki komitmen kuat dalam menyediakan pendidikan berkualitas, yang kini juga diperkuat dengan integrasi pendidikan lingkungan hidup.
Harapan dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran ekologis sedini mungkin pada generasi muda. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pelaku pembuatan eco-enzyme, tetapi juga menjadi duta lingkungan di keluarga dan komunitas mereka, mengampanyekan pengelolaan sampah yang bijak dan mendorong perubahan perilaku sebagaimana yang menjadi fasanah Pemerintah Kota Makassar.
Dengan langkah praktis seperti ini, upaya menuju Makassar yang bersih dan bebas sampah pada 2029 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang dimulai dari ruang-ruang kelas di sekolah dasar.















