Dewan Sosialisasi Perda, Ajak Warga Jadikan Alquran Pedoman Hidup

BN Online, Makassar–Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah menggelar sosialisasi perda (sosper) nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran, di Hotel Grand Town, Senin (12/4/2021).
Ia mengatakan, perda ini sangat penting bagi kemaslahatan ummat islam. Perda ini merupakan tanggungjawab pemerintah dan DPRD Kota makassar untuk terlaksananya pendidikan baca tulis Al-Qur’an.
“Perda ini dibuat agar disosialisasikan kepada masyarakat bahwa baca alquran ini tidak hanya dibaca dan dihafalkan namun diterapkan dikehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ummat muslim akan menjakankan ibadah di bulan suci ramadhan, untuk itu ia mengajak masyarakat untuk mengamalkan alquran sebagak pedoman hidup.
“Alquran itu dibaca dihayati dan diamalkan, untuk itu jadikan membaca alquran itu sebagai pedoman hidup. Ini penting untuk keselamatan di dunia maupun diakhirat,” imbuhnya.
Legislator dari fraksi Hanura ini juga menyinggung pertanyaan warga terkait minimnya insentif bagi guru mengaji. Ini terjadi karena adanya recofusing anggaran untuk penanganan covid-19.
“Ini memang tidak berhenti berhentiknya kita suarakan di dewan. Namun, lagi-lagi kita dihadapi oleh pandemi covid, untuk itu anggaran direcofusing untuk penanganan covid,” terang anggota Komisi C ini.
Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Kota Makassar, Muhammad Khaerul menerangkan, perda ini sebagai upaya strategis dalam membangun dan membentuk kualitas manusia berakhlak.
“Kami berharap perda ini dapat membentuk akhlak anak-anak kita.
Perda ini akan mengatur kewajiban penyelenggara pendidikan alquran,” katanya saat menjadi pemateri.
Perda nomor 1 tahun 2012 telah diatur terkait penyelenggaraan pendidikan bahwa di setiap jenjang pendidikan wajib pandai membaca alquran.
Sekolah juga diwajibkan siswanya untuk belajar di TPA atau masjid dan yang bebas buta aksara alquran diberi sertifikat oleh lembaga pendidikan alquran.
“Pemerintah menargetkan di TK itu sudah bisa melafalkan dan mewarnai alquran, di SD sudah bisa membaca dengan baik dan tajwid, SMP membaca dengan fasih dan menulis ayat, masu SMA sudah bisa membaca dan menghafalnya,” terangnya.
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.