Diduga Beberapa Proyek Desa Tirta Buana Dikerja Asal-asalan, Kejari Pasangkayu di Harapkan Segera Turun Memeriksa?

BN Online, Pasangkayu–Berdasarkan adanya informasi dari warga setempat di Desa Tirta Buana, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar atas adanya beberapa paket kegiatan pembangunan yang menggunakan Anggara Desa yang di duga dikerja asal-asalan, beberapa Tim media langsung melakukan Investigasi kelapangan, Sabtu (18/09-2021).

Hasil pekerjaan fisik yang dimaksud sumber adalah pekerjaan pembangunan sebuah jembatan yang terindikasi dikerja asal asalan. sehingga hasil pekerjaan dapat dipastikan tidak akan berkualitas sesuai harapan atau standar pembuatan proyek yang dapat di anggap sebagai pemborosan Anggaran karena tidak dapat berfungsi maksimal sesuai dengan peruntukannya.

Dari hal tersebut, warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya sangat berharap agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasangkayu segera memeriksa dugaan Korupsi Dana Desa di Desa Tirta Buana.

Temuan ini juga menurutnya memiliki dasar dimana merupakan petunjuk bukti berupa hasil dokumentasi rekaman foto dan video saat berada dilapangan guna memantau langsung hasil pekerjaan di Desa Tirta Buana.

“Pekerjaan buruk rupa dapat dilihat pada cara pengecoran yang tidak seharusnya dilakukan untuk memenuhi standar volume serta adanya beberapa retakan yang tidak memungkinkan dilewati kendaraan Roda 4 (R4) sejak telah usai dikerjakan”, ungkap warga tersebut.

Sementara itu, beberapa Awak media yang melihat langsung hasil pekerjaan tersebut sangat menyayangkan hal seperti ini bisa dengan leluasa dilakukan oleh pihak oknum aparat Desa Tirta Buana pada penggunaan Dana Desa yang mereka kelola.

“Ketika saya dan tim turun investigasi di lapangan saya menemukan pekerjaan itu dan informasi ini dari warga setempat yang tdk mau disebutkan namanya”, jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Tirta Buana, Bambang Setyaedi, saat di temui di kediamanya berdalih dan mengatakan bahwa pekerjaan itu hanya sebagai upaya melanjutkan program pembangunan yang sudah ada sejak awal dari penjabat lama. Selain itu Bambang juga mengungkapkan bahwa adanya retak sekitar jembatan karena adanya gempa atau bencana alam pada tahun 2018 yang mengguncang Sulawesi Tengah dan getarannya sangat terasa keras di Kabupaten Pasangkayu.

“Itu retak karena bencana gempa bumi pak dan lagian pekerjaan itu sudah jadi program penjabat lama sejak awal saat saya dilantik jadi Kades”, ujarnya.

Sekedar diketahui, dari Investigasi mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan pembuatan proyek jembatan di Desa Tirta Buana memakai anggaran Dana Desa kurang lebih seratus tiga puluh lima juta rupiah dan saat ini tanda-tanda berupa papan proyek sudah tidak terpampang disekitar jembatan yang menandakan pernah di adakan sebuah pekerjaan yang menggunakan uang Negara. Sementara itu ada beberapa keretakan di bagian pinggir jembatan dan tertimbung dengan tanah yang sudah ditumbuhi rumput serta kondisi Jembatan yang memprihatinkan dan di duga tidak dapat dilalui oleh kendaraan R4 terlebih yang bermuatan berat. (Tim)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.