Inovasi Hebat! ‘Teba Modern’ SDI Borong Jambu II Makassar Ubah Limbah Jadi Bernilai Guna

BN Online, Makassar– Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari lingkungan pendidikan. UPT SPF SDI Borong Jambu II Makassar resmi melaksanakan pembuatan sistem “Teba Modern”, sebuah metode pengolahan sampah organik yang berbasis kearifan lokal sekaligus solusi cerdas untuk mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala UPT SPF SDI Borong Jambu II Makassar, Jamaluddin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa teba modern ini dikembangkan sebagai sistem pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan lubang biopori atau sumur komposter berukuran besar.

“Lubang ini memiliki diameter dan kedalaman mencapai 2-3 meter, dilapisi buis beton dan dilengkapi penutup. Ini seperti ‘sumur kompos’ yang mampu membusukkan sampah rumah tangga menjadi kompos alami,” ujar Jamaluddin saat ditemui di lokasi, Kamis (16/4/2026).

Menurut Jamaluddin, cara kerjanya sangat sederhana. Sisa makanan, dedaunan, dan berbagai jenis sampah organik lainnya langsung dimasukkan ke dalam lubang teba. Dengan sistem biopori, sampah membusuk secara alami tanpa perlu diangkut ke TPA.

“Ini secara signifikan mengurangi beban sampah yang selama ini menumpuk di TPA. Selain itu, karena lubang tertutup rapat, bau tidak sedap yang biasanya muncul dari penumpukan sampah bisa dicegah. Lingkungan sekolah jadi lebih sehat dan nyaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jamaluddin menyebutkan bahwa keunggulan lain dari sistem ini adalah transformasi sampah organik menjadi produk bernilai. Sampah yang membusuk di dalam lubang biopori akan berubah menjadi pupuk kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan langsung untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah.

“Selain mengurangi sampah, kita juga menghasilkan pupuk. Ini bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Mereka belajar bahwa sampah bukan akhir, tetapi awal dari sesuatu yang bermanfaat,” terangnya.

Diketahui, program ini merupakan bagian dari gerakan sekolah adiwiyata dan kepedulian terhadap darurat sampah perkotaan. Dengan satu lubang teba berukuran besar, puluhan kilogram sampah organik per minggu bisa diolah tanpa meninggalkan residu berbahaya.

Sambungnya, Jamaluddin berharap inovasi ini bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain di Makassar. “Kami siap berbagi pengalaman. Teba modern ini murah, sederhana, tapi dampaknya luar biasa untuk lingkungan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Harapan ke depan, UPT SPF SDI Borong Jambu II juga berencana mengintegrasikan hasil kompos dari teba ini ke dalam program ketahanan pangan sekolah, seperti menanam sayuran organik di lahan terbatas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *