BN Online, Makassar– Sebanyak 33 orang peserta didik kelas VI UPT SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji Makassar mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung pada 20–21 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa dalam mengukur kompetensi akhir sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Mata ujian yang diujikan dalam TKA kali ini meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia. Dua mata pelajaran tersebut dipilih sebagai indikator utama kemampuan akademik siswa, terutama dalam hal logika numerik dan pemahaman literasi.
Kepala UPT SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji Makassar, Satria Rahim, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA ini merupakan bagian dari evaluasi belajar semester akhir yang dirancang secara sistematis.
“Kami ingin memastikan setiap siswa benar-benar siap menghadapi ujian lanjutan. TKA ini tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis mereka,” ujar Satria Rahim di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA kali ini menerapkan sistem pengawasan ketat dan pembagian sesi yang teratur, mengingat jumlah peserta yang cukup ideal untuk protokol ujian yang kondusif.
Selain itu, panitia juga menyediakan ruang ujian yang representatif dan didukung fasilitas pendukung seperti jadwal shift, lembar jawab digital berbasis kertas, serta tim pengawas silang antarkelas.
Diketahui, TKA ini menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan siswa dan orang tua. Tahun ini menjadi istimewa karena pelaksanaannya bertepatan dengan persiapan kelulusan yang lebih terstruktur dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Sambungnya, tidak ada kendala berarti selama dua hari pelaksanaan ujian. Seluruh siswa hadir tepat waktu dan mengikuti prosedur dengan tertib. Bahkan, beberapa siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan datang lebih awal untuk mempersiapkan mental.
Harapan Satria Rahim, nilai yang diraih dari TKA ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi guru dan tolak ukur kesiapan akademik siswa sebelum menghadapi ujian tingkat kota atau provinsi.
“Semoga 33 anak ini sukses semua. Angka kecil tapi semangat besar. Kami di sekolah akan terus mendampingi mereka hingga pengumuman hasil akhir,” tutupnya penuh optimisme.















