BN Online, Makassar –Dalam upaya mencetak generasi emas yang kritis dan berdaya saing, UPT SPF SMPN 10 Makassar menggelar workshop penyusunan soal yang bertajuk “Inovasi Evaluasi Pembelajaran Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 ini berlangsung sengit dan penuh antusiasme dari seluruh jajaran pendidik.
Workshop yang digelar di sekolah tersebut diikuti oleh seluruh guru dari berbagai mata pelajaran serta menghadirkan narasumber, Bapak Najamuddin, S.Pd., M.Pd. , seorang ahli evaluasi pendidikan yang dikenal dengan metode revolusionernya dalam meracik instrumen penilaian.
Kepala SMPN 10 Makassar, Drs. Edi Pranyoto., mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah gerakan perubahan fundamental dalam cara guru memandang evaluasi.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa dunia pendidikan bergerak begitu cepat. Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan soal hafalan. Anak didik saat ini adalah generasi yang tumbuh dengan teknologi dan arus informasi super cepat, sehingga tantangan yang mereka hadapi jauh lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya.
Selain itu, Bapak Najamuddin, S.Pd., M.Pd., dalam pemaparannya menekankan bahwa soal yang baik adalah soal yang mampu membunuh kebosanan dan memicu nalar kritis. Ia memperkenalkan teknik penyusunan soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dikombinasikan dengan kearifan lokal serta isu-isu kekinian.
Diketahui, selama ini banyak guru yang terjebak dalam pola soal Lower Order Thinking Skills (LOTS) yang hanya mengandalkan ingatan. Padahal, karakteristik anak masa kini adalah mereka sangat mudah bosan dengan pola yang monoton, tetapi sangat terstimulasi oleh tantangan dan soal-soal yang tidak terduga.
Sambungnya, “Kita harus membuat soal yang membuat anak berpikir, bukan hanya mengingat. Soal harus bisa mengakomodasi perkembangan otak mereka yang sudah terpapar media sosial dan teknologi. Jika soal kita terlalu mudah dan datar, mereka tidak akan merasa tertantang,” tegas sang narasumber di hadapan puluhan guru yang antusias.
Harapan dari digelarnya workshop ini adalah agar guru-guru semakin meningkat pemahaman dan cara-caranya dalam membuat soal yang semakin kompleks, dengan tetap menyesuaikan kondisi perkembangan anak didik saat ini. Para guru diharapkan mampu menciptakan asesmen yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Dengan adanya bekal baru ini, SMPN 10 Makassar optimis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga tangguh dalam menghadapi soal-soal kehidupan yang sesungguhnya.















