BN Online, Makassar–Peringatan Hari Bumi tahun ini menjadi momentum istimewa bagi dunia pendidikan di Kota Makassar. Dinas Pendidikan Kota Makassar secara resmi menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis lingkungan di seluruh jenjang sekolah, mulai dari SD hingga SMA.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, S.STP., M.Si. , dalam pernyataan persnya menyampaikan bahwa menjaga alam adalah pelajaran kehidupan yang paling utama.
“Investasi terbaik bagi masa depan siswa kita bukan hanya pada gedung dan teknologi, tetapi pada bumi yang mereka pijak. Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita, Masa Depan Kita,” ujarnya dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Achi Soleman menjelaskan bahwa program ini akan diwujudkan melalui kurikulum muatan lokal, kegiatan ekstrakurikuler hijau, serta pembiasaan harian seperti daur ulang sampah, penanaman pohon, dan penghematan energi di lingkungan sekolah.
Selain itu, pihaknya juga akan meluncurkan program “Sekolah Adiwiyata Mandiri” yang menargetkan 100 sekolah di Makassar menerapkan sistem ramah lingkungan terintegrasi pada akhir tahun 2026.
Diketahui, langkah ini mendapat apresiasi luas dari para guru, orang tua, dan aktivis lingkungan. Mereka menilai bahwa pendidikan karakter berbasis lingkungan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Sambungnya, inovasi seperti pemilahan sampah sejak dari kelas, kebun sayur sekolah, dan program jalan kaki atau bersepeda ke sekolah akan menjadi indikator penilaian dalam rapor mutu sekolah.
Harapan dari komitmen ini, menurut Achi Soleman, adalah lahirnya generasi emas Makassar yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pelindung bumi di masa depan.
“Selamat Hari Bumi 2026. Mari kita jadikan setiap hari sebagai hari bumi di sekolah kita,” tutupnya, pada Rabu, 22 April 2026.















