Abulo Sibatang Memukau di Karebosi, Siswa Makassar Jadi Sorotan Hardiknas 2026

BN Online, Makassar – Ribuan pasang mata tertuju ke tengah Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (2/5/2026). Ratusan siswa SMP se-Kota Makassar berkumpul dalam balutan busana adat serba kuning-hitam, siap membuka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan penampilan yang spektakuler.

Tepat pukul 08.00 Wita, acara dimulai dengan tari kolosal tradisional Abulo Sibatang yang dibawakan secara serempak oleh para pelajar. Mereka membentuk barisan rapi membentang di lapangan terbuka, bergerak harmoni mengikuti alunan musik tradisional yang menggema ke seluruh penjuru area. Gemuruh tepuk tangan beberapa kali pecah dari ribuan penonton yang memadati sisi-sisi lapangan.

Tari Abulo Sibatang yang berarti “satu selaras” dalam bahasa Bugis ini menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan semangat kolektif—nilai yang sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini. Gerakan dinamis para penari muda menggambarkan harmoni dalam perbedaan, sebuah pesan kuat tentang pentingnya pendidikan yang inklusif dan berakar pada budaya lokal.

Agar dapat dinikmati seluruh pengunjung, panitia memasang layar besar di panggung utama. Dengan demikian, para tamu undangan dan masyarakat yang berdiri di belakang tetap bisa menyaksikan setiap gerakan indah para siswa dengan jernih.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran para pejabat Kota Makassar yang turut mengenakan pakaian tradisional khas daerah.

· Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tampil elegan dengan balutan pakaian adat Toraja berwarna kuning keemasan—memancarkan kewibawaan sekaligus kehangatan.

· Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, hadir anggun dengan gaun ungu yang kontras namun serasi dengan nuansa acara.

· Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memilih busana putih bersih yang memberi kesan tegas dan bersemangat.

· Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, tak kalah mencolok dengan pakaian adat Bugis warna maroon yang gagah.

Para pejabat tampak larut menyaksikan penampilan anak-anak bangsa, sesekali ikut bertepuk tangan dan tersenyum bangga.

Dari sisi pengunjung, Lapangan Karebosi dipadati warga dari berbagai kalangan. Orang tua, guru, hingga pelajar dari sekolah lain tampak antusias. Tak sedikit dari mereka yang mengacungkan ponsel untuk mengabadikan momen langka ini—ratusan siswa menari bersama di tengah Kota Makassar.

Deretan tenda putih yang tertata rapi di sisi lapangan menjadi tempat bagi para tamu undangan VIP untuk menyaksikan jalannya kegiatan dengan lebih nyaman. Namun semangat kebersamaan tetap terasa: tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat, semuanya bersatu merayakan hari penting bagi dunia pendidikan.

Penampilan tari Abulo Sibatang yang digelar secara massal ini bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, ini adalah pernyataan tegas bahwa budaya lokal dan pendidikan harus berjalan beriringan. Melalui tarian ini, para siswa tidak hanya belajar gerak, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti kerja sama, disiplin, dan cinta tanah air.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Makassar serius dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan, menjadikan anak-anak muda sebagai duta budaya yang bangga akan identitasnya.

Peringatan Hardiknas tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Makassar, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga karakter dan pelestarian budaya. Dengan semangat Abulo Sibatang, seluruh elemen pendidikan diajak bergerak selaras demi masa depan generasi bangsa.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *