Logo HUT ke-419 Makassar Resmi Diluncurkan, Gulungan Lontara Jadi Simbol Masa Depan

BN Online, Makassar-–Kota Makassar bersiap menyambut hari jadinya yang ke-419 dengan wajah baru. Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Makassar, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar, dan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Makassar, identitas visual HUT ke-419 Kota Makassar resmi diperkenalkan. Karya terpilih dari Agung Alfata, desainer dari TUDOB Studio, mengangkat inspirasi gulungan kaset pita naskah Lontara sebagai simbol yang menghubungkan warisan masa lalu dengan semangat masa depan.

Logo ini diunggah dari akun resmi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Sabtu (10/10/2026).

Mengusung semangat “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan”, logo ini bukan sekadar penanda usia kota, tetapi juga simbol semangat untuk terus bergerak maju. Siap ki’ menyambut hari jadi Makassar dengan warna dan energi baru?

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa logo HUT ke-419 ini dirancang bukan hanya sebagai penanda usia, melainkan sebagai representasi identitas dan semangat kolektif warga Kota Makassar.

“Logo ini adalah cerminan dari perjalanan panjang Kota Makassar. Kami ingin setiap elemen di dalamnya bercerita tentang siapa kita hari ini dan ke mana kita akan melangkah ke depan,” ujar Munafri Arifuddin.

Lebih jauh, Wali Kota Munafri menjelaskan bahwa pemilihan aksara Lontara sebagai elemen utama logo merupakan keputusan yang penuh makna. Menurutnya, aksara Lontara bukan hanya warisan budaya, tetapi juga simbol kecerdasan dan peradaban masyarakat Bugis-Makassar yang telah ada sejak berabad-abad lalu.

“Ini bentuk penghormatan kita kepada leluhur. Namun pada saat yang sama, kami mengemasnya dengan pendekatan modern agar relevan bagi generasi muda,” tambahnya.

Selain itu, kolaborasi dengan ADGI Makassar disebut Wali Kota sebagai bukti nyata bahwa pembangunan kota tidak bisa berjalan sendiri. Ia menegaskan bahwa ruang kreatif bagi desainer lokal harus terus dibuka, sehingga lahir karya-karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat nilai.

“Keterlibatan teman-teman desainer dalam proses ini menunjukkan bahwa Makassar punya talenta luar biasa. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif,” kata Munafri.

Diketahui, karya Agung Alfata dari TUDOB Studio terpilih melalui proses kurasi ketat yang melibatkan perwakilan pemerintah dan ADGI Makassar. Inspirasi utamanya adalah gulungan kaset pita naskah Lontara—bentuk fisik yang dahulu digunakan untuk menyimpan manuskrip budaya, kini diadaptasi menjadi simbol yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.

Meski demikian, proses pemilihan logo sempat menghadapi tantangan tersendiri. Tidak mudah menemukan desain yang mampu merangkum 419 tahun perjalanan kota dalam satu simbol visual. Namun, semangat kolaborasi dan keterbukaan terhadap masukan membuat karya terbaik akhirnya dapat dipilih.

Sambungnya, Wali Kota Munafri menambahkan bahwa logo ini bukan tujuan akhir, melainkan titik awal dari berbagai rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-419 Kota Makassar. Ia berharap seluruh elemen masyarakat, dari pelaku UMKM, seniman, hingga generasi muda, dapat terlibat dalam perayaan ini.

“Mari kita sambut HUT ke-419 dengan semangat baru. Kita rawat warisan, kita nyalakan harapan, dan kita bersama-sama merawat masa depan Makassar,” pungkasnya.

Harapan, melalui peluncuran logo ini, Kota Makassar tidak hanya menegaskan identitasnya sebagai kota dengan warisan budaya yang kaya, tetapi juga sebagai kota yang terbuka terhadap perubahan dan inovasi. Semangat “Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan” diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan kota harus selalu berpijak pada akar budaya, sekaligus berani melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *