BN Online, Makassar—Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencanangkan penggunaan baju adat bagi siswa SD dan SMP di wilayahnya setiap tanggal 1 tiap bulannya sebagai upaya melestarikan budaya lokal.
Program ini sekaligus menjadi implementasi dari penerapan revolusi pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar. Salah satunya yaitu UPT SPF SMPN 4 Makassar semua guru dan pegawai beserta siswa memakai baju adat, serta menerapkan metode belajar Gasing.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 4 Makassar Drs. Husain Patta, MM mengatakan bahwa semua guru dan pegawai beserta siswa memakai baju adat yang dipunya setiap awal bulan tanggal 1.
“Ini bertujuan untuk lebih mengenal budaya lokal dan membiasakan peserta didik untuk bangga mengenakan pakaian adat masing-masing. Dalam proses pembelajaran pakaian adat pun tetap di gunakan sehingga dalam kelas menjadi lebih ceria dan berwana. Tententunya menggunakan pakaian adat yang sederhana dan tidak mengganggu konsentrasi peserta didik dalam belajar,” ujarnya.
Selain berbaju adat, metode belajar Gampang, Asyik dan Menyenangkan (Gasing) juga akan diterapkan kepada para siswa tiap awal bulan.
“Saya terapkan setiap tanggal 1 tiap bulannya para siswa kami berbaju adat, serta menerapkan metode belajar Gasing untuk pengimbasan kepada siswa-siswi kami,” kata Kepala UPT SPF SMPN 4 Makassar Husain Patta, Senin (07/08/2023).















