BN Online, Makassar– Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang bermakna, UPT SPF SMPN 24 Makassar menggelar program Amaliah Ramadhan. Kegiatan ini merupakan rangkaian aktivitas keagamaan dan sosial yang dirancang untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pembentukan karakter siswa selama bulan penuh berkah. Rangkaian kegiatan meliputi sholat dhuha dan dzuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pesantren Ramadhan (kilat), santunan anak yatim dan dhuafa, serta pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah.
Kepala UPT SPF SMPN 24 Makassar, Muh. Azhar Kadir, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program Amaliah Ramadhan tahun ini difokuskan pada pembiasaan ibadah harian yang dapat membentuk karakter religius siswa. “Kegiatan Amaliah Ramadhan di sekolah kami meliputi ibadah harian seperti Sholat Dhuha berjamaah, Tadarus Al-Qur’an dengan program One Day One Juz atau khataman, Sholat Dzuhur berjamaah, serta kultum atau kuliah tujuh menit yang disampaikan oleh siswa secara bergiliran,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (4/3/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program One Day One Juz menjadi tantangan tersendiri bagi siswa untuk lebih mencintai Al-Qur’an. “Kami menargetkan selama bulan Ramadan, siswa dapat mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali. Dengan tadarus setiap hari sebelum memulai kegiatan, kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus terbawa hingga setelah Ramadan nanti,” tambah Muh. Azhar Kadir.
Selain itu, kegiatan pesantren Ramadhan atau pesantren kilat juga akan diisi dengan berbagai materi keislaman yang interaktif. Para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik ibadah langsung serta bimbingan mengenai fikih puasa dan akhlak sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan para guru agama dan juga menghadirkan pemateri dari luar untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa.
Diketahui, Amaliah Ramadhan di UPT SPF SMPN 24 Makassar juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Sekolah menggalang dana dari para guru dan siswa untuk kemudian disalurkan sebagai santunan kepada anak yatim dan dhuafa di lingkungan sekitar sekolah. Selain itu, pengumpulan zakat fitrah juga mulai dilakukan sejak pertengahan Ramadan agar dapat didistribusikan tepat waktu kepada yang berhak menerima.
Sambungnya, seluruh rangkaian kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah, termasuk guru dan tenaga kependidikan. “Kami ingin menciptakan suasana Ramadan yang berbeda di sekolah. Semua elemen sekolah bergerak bersama, tidak hanya siswa yang berlomba dalam kebaikan, tetapi guru juga memberikan teladan langsung dalam setiap kegiatan ibadah,” jelas Kepala Sekolah.
Harapan besar disampaikan oleh Muh. Azhar Kadir kepada seluruh siswa dan guru. “Semoga melalui Amaliah Ramadhan ini, kita semua dapat meraih keberkahan bulan suci. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter siswa yang bertakwa, peduli sosial, dan berakhlak mulia. Selamat menjalankan ibadah puasa, mari kita isi dengan amalan-amalan yang bermanfaat,” pungkasnya.















