BN Online, Makassar – SDN Bawakaraeng 1 Makassar menggelar simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi murid kelas VI tahun ajaran 2025-2026, pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di laboratorium komputer sekolah ini diikuti oleh 50 murid yang akan menghadapi TKA yang dijadwalkan pada April mendatang. Simulasi hari pertama berjalan lancar dengan dukungan jaringan dan perangkat komputer yang telah disiapkan oleh proktor dan operator sekolah.
Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan survei lingkungan belajar. Sementara itu, esok hari, Jumat (6/3/2026), simulasi akan dilanjutkan dengan mata pelajaran Matematika. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan murid dengan sistem ujian berbasis komputer sekaligus mengukur kesiapan teknis sekolah.
Kepala Sekolah SDN Bawakaraeng 1, Irfadia Arifin, S.Pd., mengatakan bahwa simulasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri murid-murid menghadapi ujian April mendatang, terlebih tahun ini merupakan pertama kalinya ujian TKA digelar untuk Sekolah Dasar. “Kami ingin anak-anak tidak canggung lagi saat menghadapi ujian sesungguhnya. Dengan simulasi ini, mereka bisa mengenali sistem, mengatur waktu, dan mengurangi rasa gugup,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa simulasi ini juga menjadi ajang untuk mengetahui kesiapan perangkat dan fasilitas sekolah. “Kami perlu memastikan apa saja yang perlu kami benahi, terutama dari sisi teknis. Selama saya memimpin sekolah Bawakaraeng 1, kami selalu berupaya memperbaiki fasilitas di bidang jaringan dan teknologi melalui intervensi dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan),” jelas Irfadia Arifin.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan perhatian khusus pada pendampingan teknis selama simulasi berlangsung. Para guru terlibat aktif dalam membantu proses login dan penggunaan perangkat bagi murid-murid yang masih membutuhkan arahan. “Saya sangat bersyukur karena guru-guru di sekolah kami ikut terlibat dalam membantu proses login penggunaan perangkat. Mereka dengan sabar membimbing anak-anak yang mungkin belum terbiasa dengan komputer,” tambahnya dengan rasa bangga.
Diketahui, TKA merupakan instrumen asesmen yang digunakan untuk mengukur kemampuan akademik siswa di akhir jenjang pendidikan. Untuk jenjang SD, tahun 2026 menjadi tahun pertama pelaksanaan TKA secara nasional, sehingga persiapan matang dari sekolah menjadi faktor krusial. Survei lingkungan belajar yang turut diujikan dalam simulasi bertujuan untuk memetakan kondisi lingkungan belajar siswa yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Sambungnya, sekolah juga memberikan dukungan moril dan akademik dengan mengatur jadwal belajar khusus bagi siswa kelas VI. “Kami beri dukungan dengan pemberian waktu belajar tambahan bagi siswa kelas 6, terutama untuk mata pelajaran yang diujikan dalam TKA. Kami ingin mereka tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga menguasai materi dengan baik,” ungkap Irfadia.
Harapan besar disampaikan oleh Kepala Sekolah kepada seluruh murid kelas VI. “Semoga dengan simulasi ini, anak-anak semakin percaya diri dan meraih hasil terbaik saat TKA nanti. Kami juga berharap fasilitas yang telah kami benahi dapat mendukung kelancaran ujian. Yang terpenting, kami ingin proses ujian berjalan jujur, adil, dan sukses. Selamat berjuang untuk anak-anakku kelas VI, kalian pasti bisa!” pungkasnya penuh semangat.















