Menghidupkan Budaya dalam Pembelajaran: SMPN 2 Makassar Luncurkan Program MATTULADA Berbasis Permainan Maccukke

BN Online, Makassar – Inovasi tak henti-hentinya hadir di dunia pendidikan. Kali ini, UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar meluncurkan sebuah terobosan menarik untuk meningkatkan literasi numerasi siswa melalui program “Matematika Tunggal Langsung dengan Aritmetika” (MATTULADA). Program ini secara unik mengintegrasikan permainan tradisional Maccukke ke dalam pembelajaran matematika, mengubah lapangan sekolah menjadi laboratorium hitung cepat yang interaktif dan menyenangkan.

Maccukke, permainan pukul kayu tradisional khas Bugis-Makassar, dipilih sebagai media utama. Dalam permainan ini, pemain memukul anak cukke (kayu kecil) menggunakan indo cukke (tongkat panjang), kemudian mengukur jarak pukulan dengan tongkat tersebut. Di sinilah MATTULADA melihat potensi besar untuk mengajarkan konsep aritmetika secara aplikatif.

Kepala UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar, Hartono, S.Pd., mengatakan bahwa program ini lahir dari kegelisahan akan rendahnya minat siswa terhadap matematika yang dianggap abstrak dan sulit.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. Matematika sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam permainan tradisional. Melalui MATTULADA, siswa belajar berhitung sambil bermain Maccukke. Mereka tidak sadar sedang berlatih perkalian, pembagian, hingga proporsi,” ujarnya saat ditemui di sela-sela peluncuran program, Jumat (06/3/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan mekanisme program tersebut. Dalam setiap sesi permainan Maccukke, siswa yang bertugas sebagai scorer harus secara cepat dan akurat mengonversi jarak pukulan (dalam sentimeter atau meter) menjadi berapa kali panjang indo cukke. Ini melatih konsep pembagian dan proporsi secara real-time. Jika setiap indo cukke yang terukur memiliki nilai poin tertentu, para siswa juga harus menghitung total poin tim menggunakan operasi perkalian dan penjumlahan, serta menentukan selisih skor antartim.

Selain itu, program MATTULADA tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan numerasi. Aktivitas kelompok dalam permainan ini juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, serta kecintaan siswa terhadap kearifan lokal yang hampir tergerus zaman.

Diketahui, SMP Negeri 2 Makassar selama ini dikenal sebagai sekolah yang aktif dalam mencari metode pembelajaran inovatif. Pemilihan Maccukke sebagai media pembelajaran didasari oleh filosofi permainan yang sarat akan nilai sportivitas, strategi, dan tentunya hitungan matematis yang akurat.

Sambungnya, Hartono berharap inovasi ini dapat menjadi solusi atas tantangan literasi numerasi di tingkat sekolah menengah pertama.

“Kami ingin matematika tidak lagi menjadi momok, melainkan sebuah permainan yang menantang dan menyenangkan. Anak-anak jadi lebih antusias karena mereka belajar langsung dari lapangan, dari praktik nyata yang mereka jalani sendiri,” sambungnya dengan penuh semangat.

Harapan ke depannya, program MATTULADA dapat terus dikembangkan dan direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Makassar, bahkan di Indonesia. “Kami membuka diri untuk berbagi praktik baik ini. Semoga dengan pendekatan berbasis budaya seperti ini, kemampuan numerasi anak-anak kita semakin meningkat dan mereka semakin mencintai warisan leluhurnya,” cetus Hartono.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *