BN Online, Makassar– Suasana religius menyelimuti lingkungan UPT SPF SD Inpres Perumnas sejak Kamis (12/3/2026) hingga Sabtu (14/3/2026). Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Biringkanaya ini menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan total peserta diperkirakan mencapai 300 orang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang dengan sistem bergilir per tingkatan kelas. Pada hari pertama, Kamis (12/3/2026), Pesantren Kilat diikuti oleh siswa kelas 4 A, B, C, dan D. Kemudian pada hari kedua, Jumat (13/3/2026), giliran siswa kelas 5 A, B, C, dan D yang mengikuti rangkaian kegiatan. Dan pada hari ketiga, Sabtu (14/3/2026), kegiatan ditutup dengan partisipasi siswa kelas 6 A, B, C, dan D.
Kepala UPT SPF SD Inpres Perumnas, Arfai, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program unggulan sekolah setiap bulan Ramadhan. “Pesantren Kilat ini kami rancang untuk mengisi hari-hari siswa di bulan suci dengan kegiatan positif yang bernuansa islami. Ini sejalan dengan surat edaran Ibu Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar tentang penguatan pendidikan karakter di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arfai menjelaskan bahwa materi yang diberikan dalam Pesantren Kilat sangat beragam dan aplikatif. “Kami tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik. Materinya mencakup ibadah seperti tata cara shalat 5 waktu yang benar, muamalah atau hubungan antar sesama, tadarus Al-Qur’an, serta pentingnya berbagi dan berempati terhadap sesama. Ada juga kultum yang dibawakan langsung oleh perwakilan masing-masing kelas sebagai ajang melatih keberanian dan kemampuan public speaking siswa,” paparnya.
Selain itu, antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, mulai dari tadarus pagi, penyampaian materi oleh guru, hingga praktik ibadah bersama. Salah satu siswa kelas 5, Ahmad, mengaku senang bisa mengikuti Pesantren Kilat. “Seru, bisa belajar agama sambil bermain sama teman-teman. Saya juga dapat giliran kultum, jadi belajar buat pidato,” ujarnya.
Diketahui, guru agama yang menjadi motor penggerak kegiatan ini adalah Syahrul Shaleh, S.Pd.I., Gr., M.Pd.I. Dengan pengalamannya, ia mampu menyampaikan materi-materi keislaman dengan cara yang menarik dan mudah dipahami anak-anak. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, agar anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk itu,” ungkap Syahrul.
Sambungnya, “Materi tentang pentingnya berbagi kami tekankan melalui cerita-cerita inspiratif dan simulasi sederhana. Kami juga mengajak anak-anak untuk praktik langsung, misalnya dengan mengumpulkan infak yang nantinya akan disalurkan kepada yang membutuhkan. Ini untuk membentuk kesadaran sosial dan empati mereka sejak kecil.”cetusnya.
Harapan besar disampaikan Kepala Sekolah terkait dampak jangka panjang kegiatan ini. “Kami berharap dengan diadakannya Pesantren Kilat kali ini, dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik. Selain itu, kami juga berharap terbentuk karakter siswa yang berjiwa sosial dan memiliki kesadaran berempati terhadap sesama, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” tegas Arfai.
Dengan berakhirnya kegiatan pada Sabtu sore, seluruh siswa pulang dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk menjalani ibadah di sisa bulan suci. Semoga keberkahan Ramadhan senantiasa menyertai langkah kecil mereka menuju masa depan yang gemilang.















