BN Online, Makassar– UPT SPF SDI Bawakaraeng Makassar menggelar kegiatan Perencanaan Berbasis Data (PBD) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah, seluruh guru, dan tenaga kependidikan dengan tujuan untuk menyusun program kerja yang lebih tepat sasaran berdasarkan analisis data rapor pendidikan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan inisiatif strategis Kementerian Pendidikan yang bertujuan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan . Dalam praktiknya, PBD menggunakan Rapor Pendidikan sebagai sumber utama yang berisi informasi capaian dan kualitas pendidikan berdasarkan berbagai indikator, termasuk hasil Asesmen Nasional, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), dan data lainnya .
Kepala UPT SPF SDI Bawakaraeng, Ismamiar, S. Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menyusun rencana kerja sekolah ke depan.
“Kami tidak ingin lagi bekerja berdasarkan asumsi atau kebiasaan semata. Melalui Perencanaan Berbasis Data ini, kami dapat melihat secara objektif apa saja yang menjadi kelemahan dan kelebihan sekolah kami. Data dari Rapor Pendidikan memberikan gambaran utuh tentang kondisi riil di lapangan, sehingga intervensi yang kami lakukan dapat lebih tepat sasaran,” ujar Ismamiar di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan PBD ini mengadopsi siklus Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) sebagaimana direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan . Pada tahap identifikasi, para peserta mempelajari indikator-indikator yang masih bermasalah atau berada di bawah capaian yang ditandai dengan warna merah atau kuning pada Rapor Pendidikan . Selanjutnya, pada tahap refleksi, mereka bersama-sama mencari akar masalah dari setiap indikator yang terpilih untuk kemudian dirumuskan program perbaikannya .
“Kami menggali akar masalah hingga ke tingkat paling dasar. Misalnya, jika kemampuan literasi masih rendah, kami tidak hanya berhenti pada kesimpulan bahwa siswa malas membaca, tetapi kami lihat dari berbagai dimensi, apakah metode mengajar guru yang perlu diperbaiki, ketersediaan buku bacaan, atau mungkin iklim keamanan sekolah yang mempengaruhi kenyamanan belajar anak,” tambah Ismamiar.
Disisi lain, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pemanfaatan anggaran sekolah. Dengan pendekatan berbasis data, sekolah dapat mengalokasikan dana secara lebih tepat untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar mengikuti kebiasaan tahun sebelumnya . Hasil dari perencanaan ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) melalui aplikasi ARKAS .
Diketahui, Perencanaan Berbasis Data memiliki tiga tujuan utama, yaitu menghasilkan keputusan yang tepat berbasis fakta, mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan, serta mewujudkan efisiensi penggunaan anggaran sekolah . Penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBD di berbagai daerah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan, meskipun masih terdapat tantangan seperti pemahaman sumber daya manusia dan keterbatasan anggaran .
Harapan dari kegiatan ini, menurut Ismamiar, adalah terciptanya budaya reflektif dan pengambilan keputusan yang lebih rasional di lingkungan UPT SPF SDI Bawakaraeng.
“Kami berharap ke depannya seluruh warga sekolah terbiasa menggunakan data dalam setiap perencanaan. Tidak hanya kepala sekolah dan guru, tetapi juga komite sekolah dan orang tua siswa dapat terlibat aktif dalam memahami rapor pendidikan dan mendukung program-program yang telah dirancang berbasis data ini. Dengan demikian, mutu pendidikan di sekolah kami dapat terus meningkat dan berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar siswa,” tutupnya.
Kegiatan PBD di UPT SPF SDI Bawakaraeng ini menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan yang lebih luas di Kota Makassar, sejalan dengan kebijakan nasional untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.















