BN Online, Makassar–UPT SPF SDI Cambaya 2 Tallo menggelar kegiatan pembelajaran inovatif yang bertujuan memberikan kemudahan bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (19/01/2026) ini mendapat respons positif dari seluruh warga sekolah.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru dan siswa UPT SPF SDI Cambaya 2 Tallo yang tampak antusias memanfaatkan metode dan media pembelajaran baru dalam proses belajar mengajar di kelas. Suasana kelas terlihat lebih hidup dan interaktif, dengan siswa lebih fokus dan aktif bertanya.
Kepala SDI Cambaya 2 Tallo, Sirajuddin, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. “Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus efektif. Guru tidak perlu kesulitan lagi dalam menyampaikan materi karena sudah tersedia pendekatan yang lebih praktis dan mudah dipahami siswa,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa metode yang diterapkan meliputi penggunaan alat peraga sederhana, media visual interaktif, serta pendekatan belajar kelompok yang disesuaikan dengan karakteristik siswa. Hal ini dinilai mampu menjembatani pemahaman siswa terhadap materi yang bersifat abstrak.
Selain itu, para guru juga diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan strategi mengajar. Mereka saling bertukar ide tentang cara terbaik mengatasi kendala pembelajaran di kelas, seperti perbedaan kecepatan belajar siswa dan keterbatasan sumber belajar.
Diketahui, kegiatan ini dirancang setelah sekolah melakukan evaluasi internal terhadap proses pembelajaran semester sebelumnya. Berdasarkan evaluasi tersebut, ditemukan bahwa guru membutuhkan metode alternatif agar materi lebih mudah terserap oleh siswa.
Sambungnya, harapan ke depan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala. “Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di sini. Setiap guru termotivasi untuk terus berkreasi, dan siswa semakin semangat belajar. Target kami, kualitas pembelajaran di UPT SPF SDI Cambaya 2 Tallo terus meningkat dan menjadi contoh bagi sekolah lain,” tutup Sirajuddin.















