BN Online, Makassar– Semangat hijau menyala terang di UPT SPF SDN Lariang Bangi I Makassar. Pada Rabu (1/4), sekolah ini menggelar acara penguatan pemahaman implementasi Program Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sekolah Pembina dengan Sekolah Binaan.
Momen penting ini menjadi salah satu langkah strategis SDN Lariang Bangi I dalam memantapkan diri menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional 2026.
Tampil sebagai Sekolah Pembina, UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya II yang dikepalai oleh Ibu Hj. Indarwati, S.Pd. , hadir langsung untuk menguatkan pemahaman seluruh warga sekolah di SDN Lariang Bangi I. Kehadiran beliau disambut antusias oleh para guru, tenaga kependidikan, orang tua murid, petugas kantin, serta para Kader Adiwiyata cilik yang sudah mulai menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap lingkungan.
Acara ini bukan hanya seremoni. Sekolah Berbenah menjadi jargon utama yang diusung sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pembiasaan perilaku ramah lingkungan mulai terintegrasi dalam keseharian warga sekolah.
Kepala UPT SPF SDN Lariang Bangi I Makassar, Baharuddin, S.Pd., M.Pd. , dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan optimisme yang besar.
“Hari ini kita tidak hanya menandatangani MoU, tapi juga menorehkan komitmen bersama. GPBLHS adalah gerakan hati. Jika lingkungan bersih, sehat, dan asri, maka semangat belajar anak-anak juga akan tumbuh lebih baik. Kami ingin SDN Lariang Bangi I menjadi rumah yang nyaman bagi alam dan ilmu pengetahuan.”cetusnya.
Lebih lanjut, Baharuddin menjelaskan bahwa penguatan pemahaman ini akan dilanjutkan dengan aksi nyata, seperti pembiasaan jumat bersih, pembuatan pupuk kompos dari sampah organik, serta optimalisasi peran kader adiwiyata di setiap kelas.
Selain itu, keterlibatan orang tua murid dan petugas kantin menjadi perhatian utama. Menurutnya, budaya peduli lingkungan tidak akan berhasil tanpa dukungan dari rumah dan lingkungan sekitar sekolah.
“Orang tua dan petugas kantin adalah mitra strategis. Mulai dari penggunaan bekal ramah lingkungan hingga kebersihan area kantin, semuanya terintegrasi,” sambungnya.
Diketahui, program GPBLHS di SDN Lariang Bangi I juga sudah mulai menunjukkan hasil positif. Misalnya, berkurangnya sampah plastik sekali pakai dan tumbuhnya kesadaran siswa untuk memilah sampah.
Sambungnya, kerja sama dengan SDN KIP Bara-Baraya II sebagai sekolah pembina akan terus diperkuat melalui pendampingan, kunjungan silang, dan berbagi praktik baik.
“Harapan kami, di tahun 2026 ini, predikat Adiwiyata Nasional bukan sekadar piagam, tapi benar-benar menjadi cermin karakter anak-anak kita. Bahwa mereka tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mencintai bumi,” tutup Baharuddin pada Senin(1/4/26).















