BN Online, Makassar—Pemerintah Kecamatan Tamalanrea menunjukkan komitmen serius terhadap isu lingkungan hidup. Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Persampahan Tingkat Kecamatan Tamalanrea di Aula Kantor Camat Tamalanrea, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun dinamis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai elemen, menghadirkan energi baru dalam upaya mewujudkan Tamalanrea yang bersih dan hijau.
Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, dalam sambutannya menekankan bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan urusan kolektif seluruh warga.
“Pengelolaan persampahan dimulai dari kesadaran rumah tangga. Jika setiap RT/RW di Tamalanrea bisa memilah sampah dari sumbernya, kita akan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan,” tegas Andi Patiroi di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kehadiran para stakeholder lingkungan hidup Kota Makassar. Diketahui, acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Andi Aswin Harun Kartapati; perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup, Ibu Najhah Aris; serta Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Andi Nurdianza.
Kehadiran para tokoh lingkungan ini disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari Sekretaris Camat, para Lurah se-Kecamatan Tamalanrea, para Kepala Seksi di tingkat kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan RT/RW dari seluruh kelurahan.
Sambungnya, sinergi antara kecamatan, DLH, dan dewan lingkungan hidup sangat krusial. “Kami tidak ingin sosialisasi ini hanya seremonial. Makassar punya program unggulan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dan Tamalanrea harus menjadi garda terdepan,” imbuh Andi Patiroi.
Dalam pemaparannya, Kepala Bidang DLH Kota Makassar, Andi Aswin Harun Kartapati, memaparkan data bahwa produksi sampah di wilayah timur Makassar, termasuk Tamalanrea, terus meningkat. Namun, ia optimistis dengan adanya gerakan kolektif dari tingkat kecamatan.
Sementara itu, Anggota Dewan Lingkungan Hidup, Andi Nurdianza, mengingatkan pentingnya peran RT/RW sebagai ujung tombak edukasi. “Perubahan perilaku tidak bisa dilakukan dengan cara represif. Butuh pendekatan sosial dan teladan dari para lurah serta ketua RT,” ujarnya.
Harapan besar disematkan pada kegiatan ini. Camat Andi Patiroi berpesan agar seluruh peserta menindaklanjuti materi yang diberikan ke lingkungan masing-masing.
“Target kita sederhana: mengurangi sampah plastik sekali pakai di perkantoran dan pasar, serta menghidupkan bank sampah di setiap kelurahan. Mari jadikan Tamalanrea contoh rujukan pengelolaan persampahan di Makassar,” cetusnya.















