BN Online, Makassar –Momen Haru dan Khidmat warnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sabtu (2/5/2026). Di tengah semarak busana tradisional Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang memukau dengan Tenun Toraja, satu sosok pendidikan tampil membawa misi kebangsaan.
Kepala UPT SPF SD Negeri Mattoanging 1 Makassar, Reny Astuty Latif, S.Pd., M.Pd. , dipercaya untuk membacakan naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam rangkaian upacara yang berlangsung khidmat itu.
Reny yang mengenakan seragam kuning hitam dengan tegas membacakan pasal demi pasal, khususnya yang berkaitan dengan hakikat pendidikan dan kesejahteraan rakyat. Suaranya yang lantang menggema di area Car Free Night Lapangan Karebosi, disimak dengan serius oleh ribuan peserta upacara mulai dari jajaran Forkopimda, kepala sekolah, guru, hingga siswa.
“Merupakan kebanggaan luar biasa. Membacakan UUD 1945 bukan sekadar tugas seremonial, ini adalah napas perjuangan bangsa yang harus ditanamkan ke setiap anak didik kita,” ujar Reny Astuty Latif usai upacara.
Lebih lanjut, Reny menyebut bahwa momen ini menjadi pengingat bahwa seorang kepala sekolah harus menjadi teladan, tidak hanya dalam administrasi, tapi juga semangat nasionalisme.
“Kami dari SD Mattoanging 1 ingin buktikan bahwa pendidikan dasar adalah fondasi utama karakter bangsa,” sambungnya dengan penuh haru.
Selain itu, Wakil Wali Kota Makassar yang turut hadir menyampaikan apresiasi khusus kepada pemilih pembaca UUD 1945 tahun ini. “Ibu Reny memberikan energi berbeda. Pak Wali juga mengangguk-angguk mendengar suara beliau,” celetuk salah satu staf protokol.
Diketahui, pemilihan Reny Astuty Latif sebagai pembaca UUD 1945 bukan tanpa alasan. Wanita berhijab tersebut dikenal sebagai inovator di bidang pendidikan inklusif dan nasionalisme di wilayah Kecamatan Mariso. Prestasinya membawa SD Mattoanging 1 sebagai sekolah percontohan karakter berbasis nilai Pancasila menjadi catatan istimewa di mata Dinas Pendidikan Kota Makassar.
“Anak-anak kami biasakan setiap Senin pagi bukan hanya upacara, tapi logat bacaan UUD 1945 dilatih keras. Jadi hari ini adalah buah dari latihan rutin di sekolah,” sambung Reny dengan senyum bangga.
Harapan besar disampaikan Reny Astuty Latif. Ia berharap ke depan momentum seperti ini tidak hanya jadi ajang formalitas, tapi menjadi gaya hidup pendidikan di Makassar.
“Jangan sampai siswa hafal rumus matematika tapi tak hafal pasal 31 UUD 1945. Saya ingin SD Mattoanging 1 mencetak generasi emas yang cerdas hati dan cinta tanah air tidak hanya pinter ngitung,” pungkasnya sembari difoto bersama Wali Kota Munafri yang turut mengacungkan jempol.















