SMPN 10 Makassar Gelar Pelatihan Pembelajaran Berbasis MOOCs, Hadirkan Guru Besar dan Akademisi UNM

BN Online, Makassar —UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pembelajaran Berbasis Massive Open Online Courses (MOOCs) yang berlangsung di lingkungan sekolah dengan penuh antusiasme dari para pendidik.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Karena itu, guru dituntut tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses belajar yang lebih inovatif, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan pelatihan ini semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Para pakar tersebut memberikan penguatan secara langsung kepada para guru mengenai konsep dan implementasi pembelajaran berbasis MOOCs.

Di antara akademisi yang hadir adalah Prof. Dr. Andi Ihsan, M.Kes., Prof. Dr. Nurhikmah H., S.Pd., M.Si., Dr. Abdul Malik Ramli, S.Pd., M.Si., serta Berlin Cipta Pratama, S.Pd.

Kehadiran para akademisi tersebut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan pelatihan. Para guru tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga memperoleh wawasan praktis mengenai bagaimana merancang pembelajaran digital yang efektif dan relevan dengan karakteristik peserta didik masa kini.

Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar MOOCs, perancangan materi pembelajaran, pengembangan bahan ajar digital, hingga strategi implementasinya dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pembelajaran berbasis MOOCs menawarkan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan pengalaman belajar yang lebih terbuka dan fleksibel. Melalui pendekatan ini, materi pembelajaran dapat dikembangkan dalam format digital sehingga memungkinkan peserta didik memperoleh sumber belajar secara lebih luas.

Meski demikian, penerapan teknologi dalam pendidikan tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting agar transformasi digital di sekolah tidak berhenti pada penggunaan perangkat teknologi semata, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.

Para guru UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar pun didorong untuk mulai mengembangkan bahan ajar yang lebih kreatif, interaktif, dan mudah diakses oleh peserta didik.

Sinergi Sekolah dan Perguruan Tinggi
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara satuan pendidikan dan perguruan tinggi. Kolaborasi dengan akademisi UNM diharapkan mampu membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Diketahui, transformasi digital pendidikan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk sekolah, guru, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi penting agar inovasi pembelajaran dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Sambungnya, pengembangan kompetensi guru harus terus dilakukan secara berkesinambungan. Guru diharapkan tidak berhenti belajar dan beradaptasi, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat.

Melalui pelatihan ini, UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berupaya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga berusaha menjadi bagian dari perubahan tersebut.

Harapannya, penerapan pembelajaran berbasis MOOCs dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan para pendidik yang semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna.

Dengan semangat kolaborasi antara sekolah dan dunia akademik, UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar terus menatap masa depan pendidikan dengan optimisme—mendorong guru untuk terus belajar, berinovasi, dan menghadirkan pengalaman belajar yang relevan bagi generasi di era digital.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *