Anggota DPRD Makassar Imam Musakkar Minta Masyarakat Tak Khawatir Berbisnis Barang Bekas

BN Online, Makassar—Anggota DPRD Kota Makassar, Imam Musakkar, meminta masyakarat tidak perlu khawatir saat berdagang. Terkhusus mereka yang menjalankan bisnis barang bekas.

Imam menyampaika itu saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pengaturan Perdagangan Barang Bekas Layak Pakai yang Berasal dari Luar Kota Makassar, di Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, Minggu (25/9/2022).

Kata Legislator dari Fraksi PKB ini, bisnis bekas layak pakai sudah tidak dilarang lagi. Sebab sudah ada perda yang mengatur perihal izin hingga penjualannya.

“Jadi poinnya kita tidak takut lagi khawatir menjual barang bekas apalagi yang berasal dari luar kota Makassar. Kita lihat sudah ada regulasinya,” katanya.

Hanya, kata Imam, aturannya masih perlu dioptimalkan. Ia melihat ada beberapa regulasi yang butuh ditambah sesuai kondisi bisnis barang bekas saat ini.

“Kalau kita lihat ada memang yang harus ditambah poin dalam Perda ini, seperti layak ini yang bagaimana, harus di-laundry dulu dan manfaatnya jelas sebelum dijual,” lanjutnya.

Kendati begitu, ia memastikan apapun barang bekas yang dijual sudah dibolehkan. “Dalam perda sudah jelas yang dijual apa, seperti barang jadi atau mainan anak itu bisa,” tutup Anggota Komisi C ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar, Arlin Ariesta, mengapresiasi Imam yang mau menyosialisasikan perda ini. Ia melihat seiring perkembangan bisnis barang bekas, aturannya layak disampaikan.

“Kami mengapresiasi apa yang disosialisasikan pak dewan terkait perda barang bekas layak pakai ini. Ini berat dibahas namun penting,” ujarnya.

Arlin juga menegaskan bahwa bisnis barang bekas layak pakai sudah dibolehkan sejak lama. Disdag hanya melarang penjualan ke luar negeri atau impor.

“Jadi bisnis barang bekas itu tidak dilarang, yang dilarang itu impor sesuai aturan pusat melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2021,” ucapnya.(*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *