Pemdes Perina Apresiasi Dosen Fakultas Pertanian Dari Unram Jurusan Kehutanan
Bidik Nasional.id Lombok Tengah – Fakultas Pertanian, Universitas Mataram (Unram) Jurusan Kehutanan mengajarkan teknik finishing produk kayu dari negeri sakura (Jepang), berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Bintang Sembilan, Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Yang Para pesertanya berasal dari UMKM Desa Perina yang bergerak di bidang Pertukangan,khususnya tukang kayu, serta organisasi karang taruna setempat.Sabtu,27/05/2023
Selain para peserta pelatihan,hadir juga Kepala Desa Perina Maroan Hamdi, lima orang Dosen dari Fakultas Pertanian Unram jurusan Kehutanan yakni Fauzan Fahrussiam, S.Hut, M.Si.; Musdi S.Hut, M.Si.; Nurul Chaerani S.Hut., M.Si.; Dini Lestari, S.Hut.; M.Si.; dan Dr. Hasyati Shabrina, S.Hut.

Kepala Desa Perina Maroan Hamdi mengapresiasi Kegiatan ini, Dalam Sambutan singkatnya menyampaikan bahwa proses finishing produk perkayuan yang dihasilkan oleh para tukang kayu di desanya masih bersifat konvensional.
“Dengan Adanya kegiatan ini, Pemdes berharap kedepannya akan mampu menciptakan ide-ide baru dalam proses produknya. Serta menciptakan variasi pada produk perkayuan.” ujar Maroan Hamdi.
Fauzan Fahrussiam, S.Hut., M.Si.Dosen Kehutanan Unram menjelaskan, Teknik finishing ini diberi nama teknik finishing Yakisugi.Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan kayu serta penampilan secara ramah lingkungan dan sederhana.
Teknik ini telah dikembangkan sejak ratusan tahun yang lalu dikalangan masyarakat Jepang. Selain meningkatkan keindahan, juga mampu menahan serangan dari organisme perusak seperti jamur dan rayap,” ungkap Fauzan Fahrussiam, S.Hut., M.Si.Dosen Kehutanan Unram,
Pada umumnya, proses finishing produk kayu, kata Fauzan, umumnya kata Fauzan, Lalu dicat atau dilapisi lembaran tipis berupa HPL (high pressure laminated)
“Bedanya dengan teknik finishing Yakisugi adalah lebih ramah lingkungan dan sederhana. Dari segi hasil sama saja, sehingga kami terapkan agar masyarakat beralih ke yang ramah lingkungan dan sederhana,” Fauzan juga menjelaskan proses finishing dengan teknik Yakisugi .digunakan harus dalam kondisi kering (kadar air <14%). tuturnya. Fauzan berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas produk kayu UMKM di Desa Perina, serta meningkatkan nilai jual dan melebarkan variasi produk UMKM Desa Perina ke pasar yang lebih luas,” tambahnya dan dengan pelatihan ini harapannya bisa meningkatkan nilai jual dan melebarkan variasi produk UMKM Desa Perina ke pasar yang lebih luas,” tutup Fauzan.( Kartim BN)















