UPT SPF SMPN 49 Makassar Gelar Praktikum Pengajaran Agama Profil Pelajar Toleran Melalui Pendidikan Dialogis

BN Online, Makassar– Hari pertama pelaksanaan Praktikum Pengajaran Agama bertemakan “Penguatan Profil Pelajar Toleran Melalui Pendidikan Agama yang Dialogis” dimulai dengan antusiasme tinggi di UPT SPF SMP Negeri 49 Makassar, Senin 15 Juli 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati dan mengevaluasi metode serta materi pembelajaran agama yang telah dirancang sebelumnya, dan mengaplikasikannya secara langsung kepada para murid.

Suasana di sekolah sudah ramai dengan kehadiran para peserta yang terdiri dari murid-murid UPT SPF SMP Negeri 49 Makassar. Kegiatan ini dimulai dengan sesi pembukaan yang dipimpin oleh kepala sekolah, Ikhsan, S. Pd, M. Pd, diikuti oleh pemaparan singkat mengenai tujuan dan agenda praktikum selama tiga hari ke depan. Hari pertama ini difokuskan pada pengenalan materi dan metode pengajaran yang menekankan nilai-nilai toleransi dan dialog antaragama.

Para murid kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja, yang masing-masing kelompok mendapat tugas untuk mendiskusikan dan mempresentasikan cara-cara mereka bisa mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok didampingi oleh fasilitator yang memastikan diskusi berjalan dengan baik dan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif.

Untuk menambah semangat dan mempererat kebersamaan, kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan yang dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai perdamaian. Salah satu permainan yang paling disukai adalah “Jembatan Perdamaian,” di mana murid-murid harus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas tanpa terputus komunikasi di antara mereka. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam membangun toleransi.

Setelah sesi permainan, kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh para guru agama yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya. Materi yang disampaikan mencakup berbagai topik seperti memahami perbedaan, menghargai keyakinan lain, dan cara-cara praktis untuk menciptakan lingkungan yang inklusif di sekolah.

Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan sesi refleksi, di mana para murid diminta untuk menuliskan kesan dan pelajaran yang mereka dapatkan selama hari pertama ini. Banyak dari mereka yang mengungkapkan rasa senang dan semangat untuk mengikuti kegiatan di hari berikutnya.

Pada hari kedua, praktikum akan dilanjutkan di SMA Negeri 7 Makassar, di mana para murid akan mendapatkan materi yang lebih mendalam dan berbagai aktivitas yang menantang. Hari ketiga, kegiatan akan berpindah ke Pesantren Immim Makassar, tempat para murid akan diajak untuk melihat langsung bagaimana nilai-nilai toleransi dan dialog diterapkan dalam lingkungan pesantren.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi para murid dalam memahami dan menghargai keragaman agama, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menjadi generasi yang lebih toleran dan inklusif. Dengan praktik langsung dan interaktif, dan diharapkan para murid tidak hanya memahami konsep-konsep toleransi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *