UPT SPF SMPN 22 Makassar Ajak Orang Tua Siswa Berperan Dalam Kegiatan Program Inovasi Singarak 2

BN Online, Makassar—UPT SPF SMP Negeri 22 yang terletak di Jl. Ir. Hj. Juanda No 7 Kecamatan Tallo Kota Makassar, menggelar program Inovasi Singarak 2 (Sistim Coaching Ortu dan Anak 2), atau jagai anakta, ini memberikan edukasi pada orang tua juga anak bagaimana menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat.

Ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah kota makassar dimana perkembangan dunia yang begitu pesat yang bisa membuat mental serta sikap anak mengikuti apa yang kerap dilihatnya.

Saat dikonfirmasi awak media ini, Kepala UPT SPF SMPN 22 Makassar, Dr. Hj. Salmah, S. Pd, M. Pd menyampaikan, inovasi tersebut, yang diterapkan oleh pemerintah kota makassar, sangatlah bermanfaat karena dilihat perkembangan dunia sangatlah pesat serta lingkungan sekitarnya.

“Kami berpikir inovasi Singarak 2 (Sistim Coaching Ortu dan Anak 2), sangat bermanfaat karna sesibuk apapun orang tua mereka akan meluangkan waktunyadan lebih memperhatikan anaknya,” ujarnya.

Lebih jauh, terbentuknya Inovasi Singarak 2 (Sistim Coaching Ortu dan Anak), karna adanya berbagai macam masalah peserta didik dengan kehidupan keluarganya seperti: broken home dan kesibukan orang tua, sehingga mengabaikan anaknya dan menyerahkan tanggung jawab, ke sekolah padahal pendidikan yang utama diperoleh seorang anak adalah dilingkungan keluarganya.

“Hal ini yang menjadi peserta didik melakukan lesapahan atau pelanggaran tata tertib sekolah, pergaulan bebas dan penggunaan HP yang tak terkontrol menyebabkan karakter yang kurang baik,” kata Dr. Hj. Salmah, S. Pd, M. Pd selaku Kepala UPT SPF SMPN 22 Makassar.

Namun setelah diterapkan inovasi Singarak 2 ini menyebabkan tutur sebaya orang tua peserta didik dan pelibatan komite sekolah untuk melakukan coaching terhadap peserta didik ataupun orang tua peserta didik dan terkadang ada juga orang tua peserta didik yang sudah teratasi masalah anaknya lalu beliau berbagi atau sharing dengan tekhnik coaching, tutur sebayadengan orang tua peserta didik yang perlu di coaching.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *