Kemacetan di Depan SMAN 4 Makassar Akibat Kerumunan Siswa Telat, Disiplin atau Solusi Baru?

BN Online, Makassar– Sejumlah siswa SMAN 4 Makassar yang datang terlambat terlihat berkerumun di depan pagar sekolah pada pagi ini, Senin (11/11). Peristiwa ini terjadi tepat saat jam masuk sekolah yang ditetapkan pukul 07.30 WITA. Akibatnya, kerumunan siswa ini sempat mengganggu arus lalu lintas di sepanjang Jalan lokasi sekolah tersebut. Pengguna jalan yang melintasi area ini harus berhati-hati dan bergerak perlahan karena siswa yang memenuhi area sekitar pintu gerbang.

Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala SMAN 4 Makassar, Supardin, memberikan tanggapan terkait insiden ini. Ia menegaskan bahwa seharusnya siswa sudah berada di dalam sekolah pada pukul 07.30 karena upacara bendera memang dimulai tepat pada waktu tersebut.

“Tidak mungkin, Pak… Karena upacara dimulai jam 07.30, anak-anak harus dibiasakan disiplin, dan itu tidak mungkin ditutup sebelum jam 07.30,” jelasnya.

Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh salah seorang polisi yang bertugas di depan SMAN 4 Makassar pagi ini. Saat dihubungi oleh awak media, ia mengonfirmasi bahwa pagar sekolah memang sudah ditutup pada pukul 07.28, dua menit sebelum waktu resmi masuk.

“Iya, Pak, barusan memang begini, sebelum jam 07.30 sudah ditutup pagarnya, tepatnya jam 07.28. Kalau begini, anak didiknya jangan dibiarkan di depan pagar karena ini jalan umum. Anak-anak seharusnya dimasukkan di halaman sekolah,” ungkapnya.

Pihak kepolisian berharap sekolah dapat mempertimbangkan kebijakan yang lebih fleksibel dalam menangani siswa yang terlambat sehingga tidak menimbulkan kemacetan di depan sekolah. Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan agar keamanan dan ketertiban lalu lintas di sekitar sekolah tetap dijaga, khususnya saat jam masuk dan pulang sekolah.

Sementara itu, awak media mengharapkan agar pihak sekolah dan aparat terkait bisa bekerja sama lebih baik dalam mengelola lalu lintas di sekitar sekolah, khususnya di pagi hari saat jam masuk sekolah. Kedisiplinan siswa memang penting, namun dampak dari penutupan pagar sekolah terhadap pengguna jalan juga perlu dipertimbangkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *