BN Online, Makassar — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi UPT SPF SDN Kalukuang 1 Makassar. Pada ajang Seleksi Pendidikan Agama Islam (PAI-Fair) Tingkat Kota Makassar Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Makassar pada Sabtu (01/11/2025), Syakhila Khayyira Rezky berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato PAI Tingkat SD.
Selain itu, kebanggaan sekolah semakin bertambah dengan prestasi Kaniya Azkadina Putri yang sukses memperoleh Juara 3 pada Lomba Dongeng Karya Citra Baru Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.
Kepala UPT SPF SDN Kalukuang 1 Makassar, Yusran, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas capaian para peserta didik tersebut.
“Prestasi ini merupakan bukti bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat kota hingga provinsi. Mereka telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan kemampuan luar biasa,” ujarnya.
Lebih jauh, Yusran menjelaskan bahwa sekolah selalu berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat siswa melalui berbagai program pembinaan, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ia menilai bahwa keberhasilan Syakhila dan Kaniya merupakan hasil dari kerja sama antara siswa, guru pembimbing, dan orang tua.
Selain itu, ia menambahkan bahwa lingkungan sekolah terus berupaya menciptakan suasana belajar yang kreatif dan inklusif, sehingga setiap siswa dapat mengekspresikan kemampuan terbaik yang dimilikinya.
Harapan besar disampaikan Yusran agar prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi. “Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi teman-temannya yang lain, serta menjadi langkah awal bagi mereka untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” katanya.
Diketahui, PAI-Fair merupakan ajang tahunan yang bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam bidang keagamaan, termasuk pidato, MTQ, dan cabang lainnya. Sementara Lomba Dongeng Karya Citra Baru tingkat provinsi menjadi wadah bagi siswa dalam menampilkan kemampuan bercerita dan kreativitas seni.
Sambungnya, Yusran menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan siswa. “Terima kasih kepada para pembina yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi mendampingi anak-anak kita. Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras kita semua,” tutupnya.















