BN Online, Makassar – Suasana hangat dan penuh kepedulian terlihat di UPT SPF SD Inpres Layang III, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, pada Senin (12/1/2026) pagi. Para guru secara rutin melaksanakan kegiatan penjemputan siswa langsung di gerbang sekolah, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Kegiatan yang telah menjadi program rutin ini dimulai sejak pukul 07.00 WITA. Dengan ramah, para guru menyambut kedatangan siswa, membantu mereka turun dari kendaraan, serta memastikan mereka siap mengikuti proses belajar mengajar. Tak hanya sekadar menyapa, para guru juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengecek kesiapan belajar anak-anak, seperti kerapian seragam dan perlengkapan sekolah.
Kepala UPT SPF SD Inpres Layang III, Muh. Kadri Karim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan penjemputan ini adalah wujud nyata penerapan nilai-nilai kekeluargaan di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa sekolah adalah rumah kedua mereka. Dengan disambut guru sejak di gerbang, diharapkan tumbuh rasa nyaman dan percaya diri sebelum mereka memulai pelajaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi awal antara guru dan orang tua siswa yang mengantar.
“Interaksi singkat di pagi hari ini sangat berarti. Orang tua bisa langsung menyampaikan pesan atau informasi khusus tentang anaknya, sehingga kami bisa lebih responsif terhadap kebutuhan siswa,” tambah Muh. Kadri.
Selain itu, kegiatan penjemputan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Dengan kehadiran guru di gerbang, siswa termotivasi untuk datang lebih awal dan tidak terlambat.
Diketahui, program ini telah berjalan sejak awal tahun ajaran baru dan mendapat sambutan positif dari para orang tua. Mereka merasa lebih tenang karena putra-putrinya langsung dalam pengawasan guru begitu tiba di sekolah.
Sambungnya, Muh. Kadri Karim menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh guru piket, tetapi melibatkan seluruh tenaga pendidik secara bergilir.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Semua guru berpartisipasi agar tercipta ekosistem pendidikan yang humanis dan menyenangkan,” tegasnya.
Harapannya, dengan adanya kegiatan penjemputan setiap pagi ini, dapat menumbuhkan semangat belajar siswa serta memperkuat hubungan emosional antara guru, siswa, dan orang tua. Sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang berpihak pada kenyamanan dan keselamatan peserta didik.















