Terapkan Aturan Baru, Upacara Bendera di SMPN 25 Makassar Diisi Ikrar Pelajar Pancasila dan Lagu “Rukun Sama Teman”

BN Online, Makassar – Suasana khidmat menyelimuti lapangan UPT SPF SMPN 25 Makassar pada Senin pagi (19/1/2026). Pelaksanaan upacara bendera mingguan kali ini terasa berbeda karena untuk pertama kalinya sekolah menerapkan ketentuan terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Upacara Bendera di Satuan Pendidikan.

Mengacu pada aturan anyar tersebut, rangkaian upacara tidak hanya berhenti pada pengibaran bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan. Setelah pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, siswa-siswi hebat UPT SPF SMPN 25 Makassar, melanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila, sebagai bentuk penguatan karakter, nilai kebangsaan, serta penanaman Profil Pelajar Pancasila sejak dini.

Para siswa yang bertugas sebagai petugas upacara membacakan ikrar dengan lantang, diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan penuh semangat. Momen ini menjadi simbol komitmen generasi muda untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Untuk itu, setelah menyanyikan Lagu Wajib Nasional, suasana upacara semakin semarak ketika para murid juga menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”. Lagu yang mengusung tema persahabatan dan kebersamaan ini dipilih sebagai penguatan nilai kebersamaan, toleransi, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kepala UPT SPF SMPN 25 Makassar, Drs. H. Nurhadi Taiya, M.Pd mengatakan, pihaknya langsung merespons positif terbitnya regulasi baru tersebut. “Kami berusaha untuk segera mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2025. Ini adalah angin segar dalam dunia pendidikan. Upacara bendera tidak lagi sekadar seremonial, tetapi menjadi media pembelajaran karakter yang efektif bagi siswa,” ujarnya usai memimpin upacara.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penambahan agenda seperti pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila dan menyanyikan lagu bertema kebangsaan maupun persahabatan memiliki dampak psikologis yang besar. “Anak-anak tidak hanya hafal Pancasila, tetapi melalui ikrar mereka menginternalisasi nilai-nilainya. Lagu ‘Rukun Sama Teman’ kami pilih karena liriknya sederhana namun sarat makna tentang bagaimana hidup berdampingan secara damai,” terang Kepala Sekolah yang akrab disapa Nurhadi tersebut.

Selain itu, menurutnya, momen upacara bendera kini menjadi lebih variatif dan tidak membosankan. “Dengan adanya nyanyian lagu wajib nasional yang dikombinasikan dengan lagu-lagu penguatan karakter, siswa menjadi lebih antusias mengikuti upacara dari awal hingga akhir. Suasana jadi lebih hidup dan pesan-pesan moral lebih mudah diterima,” tambahnya.

Diketahui, UPT SPF SMPN 25 Makassar memang dikenal sebagai sekolah yang responsif terhadap kebijakan pemerintah. Berbagai inovasi dalam kegiatan pembiasaan rutin kerap dilakukan untuk memastikan siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Penerapan aturan baru ini disambut baik oleh para guru dan orang tua siswa.

Sambungnya, ke depan pihak sekolah akan terus mengevaluasi pelaksanaan upacara bendera agar semakin optimal. “Kami akan memastikan setiap petugas upacara memahami makna di balik setiap agenda yang dijalankan. Bukan sekadar membaca teks, tetapi menghayati dan menerapkannya,” ungkap Drs. H. Nurhadi Taiya, M.Pd.

Harapan, melalui upacara bendera yang kaya akan nilai-nilai kebangsaan dan karakter ini, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi emas yang berjiwa Pancasila. “Harapan kami tentu agar siswa tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, serta mampu menjaga kerukunan dengan sesama. Semoga nilai-nilai yang ditanamkan setiap Senin pagi ini benar-benar membekas dan diamalkan dalam keseharian mereka,” imbuhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *