BN Online, Makassar–Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan penarikan mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) di UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini menjadi momen puncak dari pengabdian para mahasiswa yang telah belajar mengajar di sekolah tersebut selama beberapa bulan.
Diikuti oleh 12 mahasiswa PLP dari berbagai program studi kependidikan, para peserta dinilai telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendampingi siswa-siswi di kelas. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga ikut membangun suasana belajar yang inklusif, kreatif, dan menyenangkan.
Kepala UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, Hj. Zul Arsih Abduh, mengatakan bahwa para mahasiswa PLP telah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas proses belajar mengajar. “Mereka datang dengan energi baru, ide-ide segar, dan semangat yang menular kepada para guru serta siswa. Kami kehilangan mereka, tetapi bangga melihat tumbuhnya calon pendidik hebat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Lebih lanjut, Hj. Zul Arsih mengapresiasi kerja keras mahasiswa dalam berbagai program, mulai dari inovasi media pembelajaran, pendampingan literasi numerasi, hingga pengelolaan kelas berbasis karakter. “Anak-anak sangat antusias. Bahkan ada beberapa siswa yang menangis saat tahu kakak-kakak PLP-nya pulang. Itu bukti ikatan emosional yang kuat terjalin,” tambahnya.
Selain itu, para mahasiswa PLP juga dinilai berhasil membantu sekolah dalam menyusun portofolio digital dan dokumentasi pembelajaran. “Keterampilan teknologi mereka sangat membantu kami, terutama dalam menyiapkan laporan capaian belajar siswa,” kata salah satu wali kelas yang turut hadir dalam acara penarikan.
Diketahui, penarikan mahasiswa PLP ini dihadiri oleh dosen pembimbing dari kampus mitra, para guru, serta perwakilan orang tua siswa. Acara berlangsung sederhana namun khidmat, ditutup dengan pemberian cendera mata dan sesi foto bersama penuh tawa dan haru.
Sambungnya, Hj. Zul Arsih berharap kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi terus berlanjut. “Kami tidak ingin ini yang terakhir. Semoga ke depan lebih banyak mahasiswa PLP yang ditempatkan di sini, karena mereka adalah aset berharga bagi dunia pendidikan dasar,” tegasnya.
Harapan dari seluruh keluarga besar UPT SPF SD Negeri Melayu Muhammadiyah Makassar, para mahasiswa PLP dapat menjadi guru profesional, inspiratif, dan tetap rendah hati. “Jadilah pendidik yang memerdekakan anak didik. Terima kasih, kami bangga kalian semua. Sampai jumpa di dunia pendidikan yang lebih luas!” Cetus Hj. Zul Arsih mengakhiri sambutannya dengan sapaan hangat.















