BN Online, Makassar – SMA Negeri 8 Makassar menggelar kegiatan workshop karya tulis ilmiah dengan tema “Menulis Karya Ilmiah di Era Digital: dari Ide ke Esai Berkualitas”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 April 2026 ini diikuti oleh perwakilan siswa kelas XI, masing-masing kelas mengirimkan lima orang peserta.
Workshop menghadirkan pemateri Dr. Anita Candra Dewi, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan dosen pendamping lapangan mahasiswa asistensi Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini adalah salah satu program kerja mahasiswa Asistensi Mengajar Mandiri Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dibimbing oleh guru pamong Bahasa Indonesia, Nurlaelah, S.Pd., M.Pd.
Kepala SMAN 8 Makassar, Iwanuddin, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bekal siswa di masa mendatang.
“Kemampuan menulis karya ilmiah tidak hanya dibutuhkan saat menempuh perkuliahan di perguruan tinggi, tetapi esai juga menjadi salah satu syarat untuk masuk dalam dunia kerja. Era digital menuntut generasi muda untuk mampu mengemas ide secara sistematis dan berkualitas,” ujar Iwanuddin.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa asistensi dan guru pamong yang telah merancang workshop ini sebagai wadah peningkatan literasi siswa.
Disisi lain, pemateri Dr. Anita Candra Dewi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya transformasi cara berpikir siswa dalam menulis di era serba digital.
“Dari ide hingga menjadi esai berkualitas, siswa perlu dibekali strategi mencari referensi valid, mengelola data, serta menghindari plagiarisme. Digitalisasi bukan penghalang, justru peluang besar jika dimanfaatkan dengan bijak,” jelasnya.
Diketahui, workshop ini berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan, diskusi, serta praktik menulis esai berbasis isu terkini. Para siswa terlihat antusias menggali teknik menulis ilmiah yang kreatif namun tetap sesuai kaidah keilmuan.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa sehingga mampu melatih mereka berpikir kritis dan kreatif. Kemampuan tersebut dinilai krusial dalam menyikapi banjir informasi di dunia digital.
Sambungnya, Nurlaelah, S.Pd., M.Pd., selaku guru pamong, menyatakan bahwa pendampingan dari mahasiswa asistensi memberikan nuansa baru dalam pembelajaran menulis di sekolah.
“Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan guru menjadikan kegiatan ini lebih aplikatif dan dekat dengan kebutuhan siswa saat ini,” tuturnya.
Harapannya, kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak siswa, bahkan mengarah pada pembinaan tim lomba karya tulis ilmiah tingkat kota maupun provinsi. SMA Negeri 8 Makassar berkomitmen terus mencetak generasi yang melek literasi dan unggul dalam keterampilan menulis ilmiah di era digital.















