Langkah Nyata Camat Tallo! Pasar Pannampu Diproyeksikan Jadi Sentra Pengolahan Sampah Organik Berbasis Ekonomi Sirkular

BN Online, Makassar–Dalam upaya serius menangani permasalahan sampah perkotaan sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih higienis, Camat Tallo, Andi Husni, S.STP., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengelolaan sampah organik di Pasar Pannampu, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pasar Pannampu, jajaran pengurus RT dan RW setempat, serta sejumlah warga sekitar yang antusias menyambut program inovatif tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media ini, Camat Tallo Andi Husni menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan sistem pengelolaan sampah organik berjalan efektif dan melibatkan peran aktif seluruh elemen pasar.

“Kami ingin Pasar Pannampu menjadi percontohan bagi pasar lainnya di Kecamatan Tallo dalam hal pengelolaan limbah. Sampah organik yang melimpah dari aktivitas pasar harus diolah dengan bijak, tidak hanya dibuang begitu saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Husni menjelaskan bahwa proses pengelolaan yang diterapkan saat ini berfokus pada pemilahan sampah basah (organik) yang kemudian diolah menjadi kompos melalui metode pengomposan skala lokal.

“Kami menggandeng petugas kebersihan dan kelompok swadaya masyarakat untuk memastikan sampah sayuran, buah-buahan, dan sisa dagangan lainnya tidak bercampur dengan sampah anorganik. Ini langkah awal menuju ekonomi sirkular,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kolaborasi yang baik antara pengelola pasar, para pedagang, serta warga di sekitar kawasan Pasar Pannampu. “Para pedagang kini lebih sadar untuk memisahkan sampah basah, dan kami menyediakan tempat khusus serta pelatihan singkat bagi mereka,” ujarnya.

Diketahui, program ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kecamatan Tallo untuk menekan angka pencemaran lingkungan dan memberdayakan masyarakat melalui bank sampah serta pengolahan kompos. Dengan adanya pengomposan di lokasi, hasilnya pun bisa dimanfaatkan kembali untuk penghijauan di area pasar.

Sambungnya, pihak kecamatan akan terus melakukan evaluasi berkala dan memberikan pendampingan teknis agar pengelolaan sampah organik ini berkelanjutan. “Kami juga berencana memperluas program ke pasar-pasar lainnya di Tallo. Tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan, tapi dengan pendekatan humanis dan edukasi, saya yakin semua bisa berjalan baik,” imbuhnya.

Harapan Camat Tallo Andi Husni ke depan, sinergi antara pemerintah, pengelola pasar, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga Pasar Pannampu tidak hanya bersih, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dari limbah organik. “Saya mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kenyamanan kita semua,” tutupnya.

Dengan langkah nyata ini, Kecamatan Tallo semakin menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Makassar yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *