Jelajah Sampah ke-14 di Tamalanrea, Wali Kota Makassar Ajak Wujudkan Makassar Bebas Sampah 2029

BN Online, Makassar–Giat Jelajah Sampah Tingkat Kecamatan Tamalanrea berlangsung meriah di SMP Negeri 30 Makassar, Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang memasuki titik ke-14 ini menjadi bagian dari gerakan strategis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dalam memperkuat program Makassar Bebas Sampah 2029 .

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Tamalanrea dan masyarakat .

Jelajah Sampah menjadi momentum untuk mengajak seluruh elemen masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, membangun kesadaran memilah sampah dari sumbernya, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman .

Camat Tamalanrea, Bapak Andi Patiroi, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi pengelolaan sampah terpadu kepada 415 RT/RW di delapan kelurahan sejak awal Maret 2026. “Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh sampah organik di wilayah Tamalanrea diolah secara mandiri, hanya residu yang dibawa ke TPA,” ujarnya .

Lebih lanjut, Andi Patiroi menjelaskan strategi pengangkutan sampah yang telah diterapkan dengan mengoperasikan tujuh unit truk tangkasaki untuk jalur utama dan 30 unit kendaraan viar yang menjangkau lorong-lorong pemukiman warga .

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai pelatihan pengolahan sampah, mulai dari budidaya maggot, pembuatan eco-enzyme, hingga pengomposan melalui biopori dan komposter .

Meski demikian, tantangan perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah masih menjadi PR bersama. Wali Kota Munafri mengakui, “Saya tahu ini tidak mudah. Tapi kalau tidak dilakukan hari ini, kita tidak akan pernah mencoba melakukannya” .

Sambungnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Lewat Jelajah Sampah, kita membuka mata dan memasang kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Kita ingin ada gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi, memilah, mengolah, dan mengelola sampah mulai dari lingkungan masing-masing,” tegas Munafri .

Harapan ke depan, kegiatan ini dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur, termasuk sekolah-sekolah, guna memberikan pendidikan sejak dini tentang pentingnya pemilahan sampah . Dengan kolaborasi seluruh pihak, mimpi menjadikan Makassar sebagai kota yang bersih dan bebas sampah bukanlah hal mustahil.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *