BN Online, Makassar–UPTD SPF SDN Maricaya 2, Makassar, menggelar kegiatan inovatif bertajuk “KANGEN (Kegiatan Asyik Numerasi Generasi Cerdas)” pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini lahir sebagai respons terhadap sejumlah permasalahan numerasi yang masih dihadapi para murid di sekolah tersebut.
Permasalahan numerasi yang dihadapi di SDN Maricaya 2 dapat dilihat dari beberapa kondisi. Pertama, kemampuan dasar berhitung murid masih belum merata. Sebagian murid masih membutuhkan pendampingan dalam melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian serta dalam menggunakan operasi hitung tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang lebih kompleks.
Kedua, murid masih mengalami kesulitan memahami soal cerita dan permasalahan kontekstual. Murid terkadang mampu melakukan perhitungan ketika bentuk soal sederhana, tetapi mengalami kesulitan ketika harus menentukan informasi yang diketahui, memahami pertanyaan, memilih operasi hitung yang tepat, dan menentukan langkah penyelesaian. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi tidak cukup hanya dikembangkan melalui kemampuan berhitung, tetapi juga perlu diperkuat melalui kemampuan memahami dan menalar.
Berdasarkan pernyataan di atas, maka sekolah membuat sebuah inovasi untuk menyelesaikan masalah tersebut yang berjudul “KANGEN (Kegiatan Asyik Numerasi Generasi Cerdas)”.
Ssat dikonfirmasi awak media ini, Kepala SDN Maricaya 2, Rahmawati, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar murid belajar numerasi dengan cara yang menyenangkan dan tidak membebani. Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam KANGEN disesuaikan dengan kebutuhan murid, terutama mereka yang masih tertinggal dalam kemampuan berhitung dasar.
Lebih jauh, Rahmawati menjelaskan bahwa KANGEN tidak hanya berfokus pada latihan hitung-menghitung, tetapi juga melatih murid untuk memahami soal cerita secara bertahap. Murid diajak mengenali informasi yang diketahui, menentukan apa yang ditanyakan, memilih operasi hitung yang sesuai, hingga menyusun langkah penyelesaian.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pendampingan bagi murid yang membutuhkan perhatian lebih, sehingga kemampuan berhitung mereka dapat lebih merata. Berbagai aktivitas dirancang secara berkelompok dan kontekstual agar murid lebih mudah menyerap materi.
Diketahui, KANGEN menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat kemampuan literasi numerasi murid, sejalan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, bukan sekadar menghafal rumus.
Meski demikian, Rahmawati mengakui bahwa masih diperlukan evaluasi dan pendampingan berkelanjutan agar hasil kegiatan ini benar-benar optimal. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan saja, melainkan menjadi program rutin di sekolah.
Sambungnya, pihak sekolah akan terus mengembangkan metode dan media pembelajaran numerasi yang lebih variatif, termasuk melibatkan guru dan orang tua dalam mendukung kebiasaan berhitung anak di rumah.
Harapannya, melalui KANGEN, kemampuan numerasi murid SDN Maricaya 2 dapat meningkat secara merata, sehingga murid tidak hanya mampu berhitung, tetapi juga cakap memahami dan menyelesaikan permasalahan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.















